wartakediri_Dramatis! Kata ini yang tepat untuk menggambarkan perjuangan Persik Kediri dalam meraih kemenangan dari tamunya PSIS Semarang. Tim berjuluk Macan Putih sukses menyingkirkan Laskar Mahesa Jenar melalui adu penalti yang berakhir dengan skor tipis 5-4.
Dari lima algojo yang dipilih pelatih Djoko Malis Mustafa, empat pemain yang berhasil mencetak gol. Masing-masing Rendi Saputra, Jefri Dwi Hadi, Fatchul Ihya dan Tamsil. Sementara satu tendangan penalti yang gagal berasal dari Oliver Makor.
Sementara di kubu PSIS, dari lima eksekutor, hanya tiga yang berhasil menjadi gol. Masing-masing dari kaki Han Ji Ho, Agus Setiawan, Stiven Anderson. Dua penalti gagal dari Khusnul Yakin dan Doni Sira.
Dengan hasil tersebut, Persik lolos babak selanjutnya dan berhadapan dengan Persebaya IPL. Sedangkan, PSIS harus mengubur ambisinya di Piala Indonesia.
"Untung saja, jantung saya tidak copot. Benar-benar dramatis. Yang jelas, kami sangat bersyukur kepada semuanya, pemain, official dan suporter," ungkap Manajer Persik Sunardi usai laga, Selasa (29/05/2012).
Terpisah, pelatih PSIS Gusnul Yakin mengaku, meskipun kalah, tetapi ia tetap berbesar hati. Ia bangga dengan timnya. Walaupun kalah jumlah pemain, tetapi bisa mengimbangi Persik. Mantan pelatih Persik dan PSBI Blitar itu menyatakan apresiasi setinggi-tingginya untuk timnya.
Laga penentu babak delapan besar antara Persik kontra PSIS berjalan sangat dramatis. Kedua tim bermain imbang dengan skor 1-1 sepanjang 90 menit waktu laga. Kemudian wasit memberikan tambahan waktu selama 2X15 menit.
Pada tambahan waktu, Persik mendapat hadiah penalti. Tetapi Oliver Makor justru gagal menjadikan gol. Sehingga tiket kemenangan harus ditentukan melalui adu penalti. Akhirnya tuan rumah sukses meraih kemenangan. [nng/but]
sumber
Dari lima algojo yang dipilih pelatih Djoko Malis Mustafa, empat pemain yang berhasil mencetak gol. Masing-masing Rendi Saputra, Jefri Dwi Hadi, Fatchul Ihya dan Tamsil. Sementara satu tendangan penalti yang gagal berasal dari Oliver Makor.
Sementara di kubu PSIS, dari lima eksekutor, hanya tiga yang berhasil menjadi gol. Masing-masing dari kaki Han Ji Ho, Agus Setiawan, Stiven Anderson. Dua penalti gagal dari Khusnul Yakin dan Doni Sira.
Dengan hasil tersebut, Persik lolos babak selanjutnya dan berhadapan dengan Persebaya IPL. Sedangkan, PSIS harus mengubur ambisinya di Piala Indonesia.
"Untung saja, jantung saya tidak copot. Benar-benar dramatis. Yang jelas, kami sangat bersyukur kepada semuanya, pemain, official dan suporter," ungkap Manajer Persik Sunardi usai laga, Selasa (29/05/2012).
Terpisah, pelatih PSIS Gusnul Yakin mengaku, meskipun kalah, tetapi ia tetap berbesar hati. Ia bangga dengan timnya. Walaupun kalah jumlah pemain, tetapi bisa mengimbangi Persik. Mantan pelatih Persik dan PSBI Blitar itu menyatakan apresiasi setinggi-tingginya untuk timnya.
Laga penentu babak delapan besar antara Persik kontra PSIS berjalan sangat dramatis. Kedua tim bermain imbang dengan skor 1-1 sepanjang 90 menit waktu laga. Kemudian wasit memberikan tambahan waktu selama 2X15 menit.
Pada tambahan waktu, Persik mendapat hadiah penalti. Tetapi Oliver Makor justru gagal menjadikan gol. Sehingga tiket kemenangan harus ditentukan melalui adu penalti. Akhirnya tuan rumah sukses meraih kemenangan. [nng/but]
sumber

0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !