wartakediri_Permintaan akan darah untuk para keluarga pasien jamkesmas dan jamkesmasda di UPTD PMI Kota Kediri mengalami kenaikan tiap tahunnya. Meski tidak signifikan, namun kenaikan permintaan darah tersebut juga mempengaruhi nilai klaim (penganti pembayaran) terhadap Rumah Sakit oleh Pemerintah Daerah setempat.
Sejauh ini beberapa rumah sakit telah memiliki tempat penampungan khusus atau bank darah jika sewaktu-waktu sejumlah pasien membutuhkan darah,sehingga permintaan darah di UPTD PMI Kota Kediri akan melakukan back-up atau pemenuhan bagi pihak Rumah Sakit yang membutuhkan darah, terutama darah untuk pasien peserta jamkesmas dan Jamkesda.
dr.Ira Widyastuti Kepala UPTD PMI Kota Kediri mengatakan, sejauh ini pihaknya memenuhi kebutuhan darah untuk semua warga masyarakat umum dan para pasien jamkesda serta jamkesmas.Namun untuk kebutuhan akan darah bagi keluarga pasien dari Jamkesmas dan Jamkesda,UPTD PMI Kota Kediri melayani 3 Rumah Sakit yaitu, RSUD Gambiran, RSI-Alarafah dan RS Polda Bhayangkara Kediri.
“Untuk permintaan akan darah bagi peserta jamkesmas dan jamkesda memang mengalami peningkatan, namun besarannya tidak terlalu tinggi, karena sejumlah rumah sakit seperti RSUD Gambiran juga sudah memiliki Bank Darah sehingga bila membutuhkan tetep kita layani dan yang paling banyak untuk kebutuhan darah bagi pasien bayi,”ungkapnya.
Ira menambahkan, untuk data tahun 2011 permintaan darah untuk peserta jamkesmas dan jamkesda dari 3 Rumah Sakit yang ada di Kota Kediri yang melayani pasien itu, untuk RSI-AlArafah sebanyak 206 kantong,RSUD Gambiran 76 Kantong, RS Polda Bhayangkara Kediri 179 Kantong.Sedangkan untuk tahun 2012 dari bulan Januari hingga Juni ini untuk permintaan Darah RSUD Gambiran 13 Kantong,RSI-Al arafah84 Kantong serta RS Polda Bhayangkara 43 kantong.
Sekedar diketahui untuk setiap kantong darah di UPTD PMI Kota Kediri, para warga masyarakat yang membutuhkan darah diwajibkan mengganti biaya pengolahan darah sekitar Rp.150 ribu.(ir/pmi)
sumber
Sejauh ini beberapa rumah sakit telah memiliki tempat penampungan khusus atau bank darah jika sewaktu-waktu sejumlah pasien membutuhkan darah,sehingga permintaan darah di UPTD PMI Kota Kediri akan melakukan back-up atau pemenuhan bagi pihak Rumah Sakit yang membutuhkan darah, terutama darah untuk pasien peserta jamkesmas dan Jamkesda.
dr.Ira Widyastuti Kepala UPTD PMI Kota Kediri mengatakan, sejauh ini pihaknya memenuhi kebutuhan darah untuk semua warga masyarakat umum dan para pasien jamkesda serta jamkesmas.Namun untuk kebutuhan akan darah bagi keluarga pasien dari Jamkesmas dan Jamkesda,UPTD PMI Kota Kediri melayani 3 Rumah Sakit yaitu, RSUD Gambiran, RSI-Alarafah dan RS Polda Bhayangkara Kediri.
“Untuk permintaan akan darah bagi peserta jamkesmas dan jamkesda memang mengalami peningkatan, namun besarannya tidak terlalu tinggi, karena sejumlah rumah sakit seperti RSUD Gambiran juga sudah memiliki Bank Darah sehingga bila membutuhkan tetep kita layani dan yang paling banyak untuk kebutuhan darah bagi pasien bayi,”ungkapnya.
Ira menambahkan, untuk data tahun 2011 permintaan darah untuk peserta jamkesmas dan jamkesda dari 3 Rumah Sakit yang ada di Kota Kediri yang melayani pasien itu, untuk RSI-AlArafah sebanyak 206 kantong,RSUD Gambiran 76 Kantong, RS Polda Bhayangkara Kediri 179 Kantong.Sedangkan untuk tahun 2012 dari bulan Januari hingga Juni ini untuk permintaan Darah RSUD Gambiran 13 Kantong,RSI-Al arafah84 Kantong serta RS Polda Bhayangkara 43 kantong.
Sekedar diketahui untuk setiap kantong darah di UPTD PMI Kota Kediri, para warga masyarakat yang membutuhkan darah diwajibkan mengganti biaya pengolahan darah sekitar Rp.150 ribu.(ir/pmi)
sumber
.jpg)
0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !